Halaman

Senin, 09 Juni 2014

Islam is My Way of Life




Setiap manusia di dunia ini mempunyai jalan hidupnya masing-masing. Ada yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seorang pejuang, ada yang menjadi politikus, pedagang, guru, dan lain sebagainya. Setiap orang mempunyai tujuan hidupnya masing-masing, gue pun mempunyai jalan hidup yang gue pilih.

Saat ini gue tengah berjuang untuk menyelesaikan studi S1 gue demi kebaikan masa depan gue, semoga ilmu yang gue dapatkan ini nantinya akan bermanfaat dan barokah buat kehidupan gue kedepannya. Sebagai seorang hamba gue hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik tapi Allahlah yang menentukan hasil akhirnya.

Mau menjadi apapun gue di masa depan tapi satu yang pasti akan gue perjuangkan, gue akan berusaha hidup di jalan islam setiap saat dan setiap waktu. Sebagai seorang muslim gue sangat yakin bahwa jalan islam adalah jalan yang terbaik, dengan mengambil islam sebagai jalan hidup berarti melakukan semua aktivitas sehari-hari berdasarkan syariat islam.

Islam adalah agama yang mengatur semua lini kehidupan manusia dengan syariat dan hukumnya yang mulia, ada hokum beribadah, zakat, sedekah, hubungan laki-laki dan perempuan, dan masih banyak lagi dimana semua hal yang dilakukan oleh manusia di dunia ini pasti ada aturannya menurut islam.

Syariat islam begitu mulia begitu indah yang mengatur hidup manusia menuju jalan kebenaran yang indah. Syariat islam sangatlah banyak sekali, sebagai seorang yang ilmu agamanya masih awam gue masih harus banyak belajar tentang syariat islam ini, semoga gue bisa senantiasa istiqomah untuk menjadikan islam sebagai jalan hidup gue.

Islam adalah jalan hidupku dan aku bersyukur!!!

Minggu, 08 Juni 2014

Sebuah Nama Sebuah Cerita



Banyak orang yang meyakini bahwa nama adalah do’a, selaras dengan tekad gue untuk berhijrah dari masalalu gue yang buruk gue pun akan menanggalkan atau mengganti nama gue yang lama. Bersama dengan nama baru gue ini gue akan memulai kehidupan baru gue, kehidupan baru yang gue pilih yaitu di jalan islam.

Gue berharap dengan nama baru ini juga akan menambah semangat gue untuk berubah, meninggalkan kebiasaan buruk dimasalalu untuk berjalan di jalan yang diridhoi Allah SWT. Dengan nama baru ini juga akan menandai keistiqomaahan gue untuk senantiasa melakukan semuanya karena Allah.

Semoga dengan nama yang baru ini gue juga akan berubah menjadi pribadi yang baru yang lebih baik dari yang sebelumnya. Gue merasa ada setitik kebahagiaan dan keberkahan dari nama baru gue ini, gue merasa lebih bersemangat untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan. Semoga gue bisa senantiasa diistiqomahkan di jalan kebaikan hingga akhir hayat gue, amin.

Nama baru gue adalah “ALTHAF GHAZALI JURIANTO”, berikut ini adalah penjelasan dari nama baru gue ini, yang pertama adalah “Althaf”, ini berasal dari bahasa arab yang berarti lemah lembut atau baik hati, karena nama adalah sebuah do’a maka dalam nama ini gue berharap gue bisa menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lemah lembut dan santun yang senantiasa diberi anugrah oleh Allah untuk menjadi pribadi yang baik hati dan mempunyai banyak teman yang baik.

Untuk nama yang kedua adalah “Ghazali”, ini adalah nama Filsuf dan Intelektual Muslim yang terkenal. Gue berharap bisa menjadi seperti beliau, seorang imam besar yang senantiasa istiqomah untuk menegakan islam, gue berharap bisa menjadi seorang yang pandai seperti beliau, dan diberikan anugrah berupa ilmu yang bermanfaat.

Untuk nama yang ketiga “Jurianto”, ini adalah nama pemberian dari orang tua gue, dengan tetap mencantumkan nama pemberian orang tua gue, gue berharap untuk senantiasa mengingat pengorbanan mereka demi gue, mereka yang merawat dan membesarkan gue, gue berharap bisa menjadi anak yang berbakti dan membanggakan, gue juga berharap nama pemberian orang tua gue ini akan membawa keberkahan bagi gue.

Sekian penjelasan tentang nama baru gue, semoga semua harapan gue bisa terkabul, amin!!!

Jumat, 06 Juni 2014

Hijrah dari Perbuatan Buruk

Hari ini adalah hari jum’at, hari yang indah buat umat islam untuk memulai semuanya. Alhamdulillah di hari jum’at yang cerah ini Allah telah memberikan karunia terbesar-Nya kepadaku hingga membuat hatiku berbunga-bunga.

Di hari jum’at yang indah ini aku mempunyai hajat yang pasti akan menjadi sebuah momen dan hari yang bersejarah di dalam kehidupanku di dunia ini. Aku bersyukur sekali Allah memberikan hidayah-Nya kepadaku dengan membuka hati dan pikiranku tentang kebenaran dan kebahagiaan sejati di dunia ini.

Aku juga berterimakasih kepada seorang inspiratorku Ustadz Habiburrahman El Shirazy dengan karya-karyanya yang sangat menginspirasi dan membangkitkan motivasi untuk menjalani kehidupan ini. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan senantiasa diistiqomahkan di jalan kebenaran agar bisa terus senantiasa menciptakan karya-karya yang menginspirasi.

Pada hari jum’at yang cerah ini aku memutuskan untuk meresmikan namaku yang baru, nama muslimku, mulai hari ini juga namaku adalah “Althaf Ghazali Jurianto” dan aku bisa dipanggil dengan nama akrabku “juri”, aku bahagia sekali karena Allah telah menganugrahkan kepadaku nama baru ini dengan ilham-Nya.

Bersama dengan ini aku juga mempunyai tekad yang kuat untuk berhijrah, hijrah dari perbuatan buruk dimasalalu menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. Mulai hari ini aku akan memulai dan menata jalan hidupku dari awal lagi, aku akan senantiasa berusaha untuk istiqomah dijalan Allah SWT.

Mulai hari ini aku berniat dengan kesungguhan hatiku untuk bertobat dari semua dosa-dosaku, dan aku berazam untuk tidak akan pernah mengulanginya lagi sedikitpun untuk kedepannya. Aku akan berubah menjadi seorang muslim sejati yang senantiasa takut kepada Allah SWT.

Jika sebelumnya dari lahir aku sudah beragama islam, akan tetapi aku belum benar-benar mengamalkan nilai-nilai islam secara sungguh-sungguh, maka mulai hari ini juga aku akan menjadi seorang “mualaf”, dari islamku yang dulu menuju jalan islam yang sesungguhnya, islam yang sejati.

Mulai hari ini juga aku akan berubah, aku akan senantiasa:
?    Sholat tepat waktu, khusyuk karena Allah.
?    Bekerja/beraktivitas setelah subuh.
?    Istiqomah mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
?    Menjaga pandangan dan kemaluan karena Allah.
?    Menjaga hati karena Allah.
?    Memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
?    Berbuat baik kepada siapa saja karena Allah.
?    Senantiasa takut kepada Allah.
?    Senantiasa mencintai Rosul.
?    Senantiasa cinta agama islam yang mulia ini.
?    Senantiasa bakti dan cinta kepada orang tua dan keluarga.
?    Senantiasa menutup Aurot didepan umum.
?    Bangun sebelum subuh dan tidak tidur lagi setelah sholat subuh.
?    Senantiasa berazam untuk berbuat kebaikan setiap saat semata-mata hanya karena Allah SWT.
?    Menjauhi dari segala perbuatan dan perkataan yang tiada guna.



“Aku bersaksi bahwasannya tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasannya nabi Muhammad utusan Allah”

Malang, 06 Juni 2014









Althaf Ghazali Jurianto

Kamis, 05 Juni 2014

Hidayah Tak Terduga

Aku baru menyadari, selama ini aku hanyalah seorang manusia yang sangat lemah, mudah terbakar api nafsu dunia, sering melupakan-Nya yang senantiasa setia memberikan nikmat dan anugrah-Nya kepadaku, sering aku mengeluh hanya karena sebuah cobaan kecil dari-Nya.

Aku sering mempunyai ambisi yang besar, akan tetapi itu bukanlah demi mencari ridho-Nya, tetapi hanya semata untuk menuruti hasrat nafsu duniawiku.

Tapi akhirnya aku bersyukur, aku telah dibukakan hatiku untuk menerima hidayah-Nya, aku disadarkan untuk tidak pernah mengeluh lagi, aku mendapatkan hidayah dari menonton sebuah film yang luar biasa yang di dalamnya terdapat sebuah pesan yang menyadarkanku.

"Tidak pernah ada orang yang minta susah, tetapi apabila kesusahan datang kepada kita, apa kita harus marah? capek sekali hidup kita jadinya.. Sebagai muslim kita tidak boleh menyerah, Allah selalu bersama orang-orang yang berusaha." (ayat-ayat cinta)

Rabu, 04 Juni 2014

Skripsi oh Skripsi

akhir-akhir ini gue agak sedikit disibukkan dengan sesuatu yang banyak menghantui para mahasiswa tingkat akhir, sesuatu yang bisa menjadi penyebab mahasiswa abadi, sesuatu yang banyak menjadi alasan mahasiswa menjadi expired, dan sepertinnya gue juga bakalan jadi mahasiswa expired gara sesuatu ini, huhuhu

"skripsi", inilah namanya. sebuah nama yang menjadi paranoid dari para mahasiswa tingkat akhir. skripsi berarti juga mencari rujukan-rujukan yang kita kagak begitu ngerti, menuruti apa kata dosen pembimbing seolah-olah mereka adalah raja, frustasi dengan revisi yang gak begitu kelar. menghadapi skripsi bagi mahasiswa seperti layaknya menghadapi sebuah ujian hidup, jika belum tuntas akan selalu menjadi masalah yang membuat pusing.

dikerjakan bikin pusing, tidak dikerjakan bikin malu (gak lulus-lulus), menghadapi skripsi benar-benar salah satu hal yang paling menyebalkan dalam hidup gue. penghambat segala aktivitas gue, gue sulit banget untuk konsen mengerjakan skripsi gue ini, apalagi setelah revisi dan revisi lagi. masalah gue dalam skripsi adalah gue tidak pernah bisa benar-benar fokus mengerjakannya, banyak waktu mengerjakan yang tidak efektif karena gue tidak bisa konsentrasi.

gue sempet berfikir untuk berhenti kuliah, tapi ini tinggal selangkah lagi untuk bisa lulus, haruskah gue menyerah, atau gue harus berjuang mengalahkan sikap negatif gue demi keberhasilan gue. seandainya mengerjakan skripsi bisa lebih menyenangkan. oke pemirsa sekian curhatan gue tentang skripsi yang membuat gue stress setengah mati, sampai jumpa dilain kesempatan, kalau gue tidak jadi gila, huhuhu

Selasa, 03 Juni 2014

Hidup Tanpa Penyesalan

Aku pernah tenggelam dalam kisah kelam, selalu dihantui masalalu yang telah hilang dariku, setiap saat terkubur oleh bayang-bayang penyesalan, penyesalan yang menghadirkan penyesalan yang selanjutnya, begitu seterusnya.

Berjalan tanpa haluan, seperti hidup dalam penjara, tak bisa bebas menikmati hidup ini, kebahagiaan yang tertahan oleh pahitnya hidup dalam penyesalan. Hingga suatu saat aku mampu bangkit dari semua penyesalan ini, aku memutuskan untuk memaafkan masalaluku, aku bertekad memulai semua dari awal.

Aku bertekad untuk memanfaatkan setiap detik waktuku yang tersisa dengan maksimal, mengisi setiap waktu dengan hal yang bermanfaat, aku tak mau lagi hidup bersama dengan penyesalan. Apapun yang akan menimpaku dikemudian hari, aku tak akan pernah lagi menyesal, aku akan menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan.

Senin, 02 Juni 2014

Cahaya Qur’an Cahaya Penerang



Pagi ini cuacanya cerah sekali, butiran-butiran embun pagi yang menghiasi dedaunan, dan suara merdu burung yang berlalu lalang menambah indahnya pagi hari ini di kota malang. Puji syukur kehadirat Allah SWT senantiasa tercurahkan, yang telah memberikan kesempatan untuk menikmati pagi hari ini dengan hati yang bahagia.

Kebahagiaan ini adalah anugrah terbesar dari Allah SWT, tiada yang lebih baik dari hati yang bahagia, bahagia telah memilih jalan yang benar, bahagia akan nikmat iman dan islam, dan bahagia bisa berjalan di bawah cahaya-Nya. Cahaya yang terang benderang, menerangi semua kegelapan masalaluku.

Jika mengingat masa lalu itu benar-benar masa-masa yang buruk. Hati yang senantiasa gelisah, lisan yang jarang menyebut nama-Nya, pegangan hidup yang terlupakan, hidup penuh kekhawatiran dan kegelisahan.

Namun setelah ku kembali kepada Al-Qur’an, membacanya, mempelajari maknanya, mengamalkannya dan menghafalnya, hidupku seperti mendapat cahayanya. Cahaya yang mampu menerangi kegelapan di masalalu, cahaya yang mampu membakar semua keinginan untuk bermaksiat, cahaya yang senantiasa mampu menghadirkan kebahagiaan, disetiap langkah selalu bersenandung kalimat - kalimat-Nya. Aku bersyukur masih diberikan kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan dengan cahaya-Nya.