Halaman

Senin, 07 Juli 2014

Harapan Dalam Sebuah Nama




Sebuah nama adalah sebuah harapan, karena itu banyak orang tua yang memberi nama kepada anak-anaknya dengan nama yang baik-baik dan berharap anaknya itu bisa menjadi anak yang baik dan sesuai dengan nama harapannya itu.

Begitu juga dengan namaku, nama ini mengandung harapanku dan juga penyemangatku untuk senantiasa berbuat kebaikan sesuai dengan arti nama ini. Namaku adalah “Althaf Ghazali Jurianto”, berikut ini harapanku yang terkandung dalam nama ini:

Yang pertama adalah “Althaf”, nama ini adalah nama yang berasal dari bahasa arab yang berarti lemah lembut atau baik hati, dengan nama ini aku berharap bisa menjadi pribadi yang lemah lembut, santun, sopan, baik hati, tawadhu’, menyenangkan dan membuat orang lain betah bersamaku, ikhlas, zuhud, jauh dari kesombongan, halus, bisa berteman dengan siapa saja, dan senantiasa membawa pengaruh untuk menuju kebaikan dimanapun berada.

Berikutnya adalah “Ghazali”, ini adalah nama dari filsuf dan intelektual muslim yang terkenal. Bersama nama ini aku berharap bisa menjadi pribadi yang cerdas, cerdik, kaya akan ilmu yang bermanfaat, tawadhu’, dan bisa menjadi penulis yang hebat dengan karya-karya baik yang menginspirasi seperti imam Ghazali.

Terakhir adalah “Jurianto”, ini adalah nama pemberian orang tuaku tercinta, nama panggilanku, dan nama penakluk ku, bersama nama ini aku berharap bisa menjadi seorang penakluk sejati yang kuat, hebat, melakukan semua karena Allah, pantang menyerah, istiqomah, selalu semangat untuk mewujudkan semua mimpi-mimpiku. Nama ini juga sudah aku beri stimulus untuk menjadi seorang penakluk yaitu dengan nama “Juri D’ Conqueror” yang berarti Juri Sang Penakluk, harapannya aku akan selalu ingat tentang tujuanku dan siapa aku disaat aku akan menyerah, hilang semangat, dan mendapatkan ujian yang berat.

Semoga semua harapan kita bisa terkabul, Amin!!!

Senin, 30 Juni 2014

My Dreams



1# Merdeka
2# Menjadi penulis Hebat dan Sukses
3# Menjadi pengusaha Hebat dan Sukses
4# Menjadi professor yang kaya akan ilmu yang bermanfaat
5# Menjadi guru besar yang dicintai murid-muridnya
6# Mempunyai istri yang solekhah dan anak-anak yang berbakti
7# Pergi Haji
8# Membangun keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah
9# Membangun sekolah pondok islami
10# Hafidz Qur’an 30 Juz
11# Berkeliling Indonesia dan Dunia

Blitar, 30 Juni 2014









Althaf Ghazali Jurianto

Minggu, 15 Juni 2014

Pesan dan Puisi dalam novel Ketika Cinta Bertasbih



Banyak sekali pelajaran dan pesan-pesan kebaikan yang dapat kita ambil dalam novel ketika cinta bertasbih, berikut sebagian pesan-pesan tersebut semoga bermanfaat:


#Orang yang memiliki semangat, ia akan mencintai semua yang dihadapinya.


# "Tetaplah puas melakukan perbuatan yang baik. Dan biarkanlah orang lain membicarakan dirimu sesuka mereka. “

# Agar siapa saja yang ingin dililuaskan rezekinya, hendaklah ia melakukan silaturrahmi.

#The formula for succes is simp le: practice and concentration then more practice and more concentration.  (Rumus keberhasilan adalah simpel saja, yaitu praktik dan konsentrasi kemudian meningkatkan praktik dan meningkatkan konsentrasi).

#Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang  tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

#"Untuk mengetahui ilmumu bermanfaat atau tidak cukuplah kau  lihat bekasnya. Jika dengan itu kau semakin takut kepada Allah dan semakin baik ibadahmu kepada-Nya, maka itulah tanda ilmumu benar-benar bermanfaat. Jika sebaliknya maka berhati-hatilah, Saudaraku!"

#Tidak  ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangnn duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!(Ibnu Athaillah)

#”Seorang mukmin tidaklah mengambil faidah yang lebih baik setelah takwa kepada Allah dari isteri yang shalihah; yang jika dia menyuruh isterinya maka isteri itu mentaatinya, jika melihatnya isteri itu menyenangkannya, jika bersumpah atas nama isterinya maka isterinya itu memenuhinya, dan jika suami tidak di rumah maka isteri itu menjaga harta dan kehormatan suaminya.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, hadits no. 1847


Jumat, 13 Juni 2014

Arti Penting Sebuah “Diary”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghayati sejarahnya”, Sejarah adalah sesuatu yang penting untuk kita ketahui, dengan sejarah kita bisa tahu bagaimana suatu bangsa hancur, bagaimana peradaban masa lalu, dan kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah masalalu itu.

Dalam kitab suci agama islam pun juga banyak menceritakan tentang sejarah, sejarah bagaimana suatu kaum dihancurkan, bagaimana kisah para nabi dan rosul, dan masih banyak lagi. Semua itu Allah turunkan agar menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua sebagai umatnya yang selalu dicintaiNya.

Misalkan pelajaran buat kita untuk senantiasa bersifat tawadhu’ atau rendah hati dapat kita ambil contoh dari cerita di dalam Al-qur’an yaitu cerita tentang orang yang bersifat sombong atas kekuasaan yang dimilikinya yaitu raja fir’aun atau orang yang bersifat sombong karena harta yang dimilikinya yaitu qarun, semua kesombongannya itu tidaklah berarti di hadapan Allah, dan Allah dengan mudah dapat menghancurkannya agar menjadi pelajaran berharga buat kita semua untuk senantiasa bersifat tawadhu’ baik di hadapan Allah maupun hubungan dengan sesama.

Sejarah diri kita sendiripun sangatlah penting untuk senantiasa kita kenang, baik itu sejarah buruk, kenangan kita saat bahagia, sedih, saat berbuat khilaf semua itu harus bisa kita ambil pelajaran masalalu kita. Nah dari sini peran sebuah “Diary” sangat penting bagi kita.

Sebagai seorang manusia yang terbatas, tentu kita akan sering lupa dengan kejadian masalalu kita, disinilah kita memerlukan sebuah catatan, catatan dari setiap kejadian-kejadian penting dalam hidup kita. Tentu semua kejadian penting dalam hidup kita akan lebih berkesan dan selalu terkenang jika kita menulisnya kedalam sebuah buku diary.

Sebuah Diary bisa menimbulkan semangat pada diri kita untuk berprestasi, misalnya dengan membaca catatan kita tentang masalalu kita saat berhasil meraih sebuah prestasi tentu akan membuat kita merasa bangga dan bersemangat untuk senantiasa meningkatkan prestasi kita, juga saat kita ditimpa sebuah musibah, saat kita dapat teguran Allah karena kelalaian kita.

Semua kejadian-kejadian masalalu itu tentu bisa menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, sebuah Diary juga akan menjadi nostalgia kita saat kita sudah tua nanti, yaitu dengan membacannya kita akan mengingat perjuangan masa muda kita hingga bisa menjadi seperti saat itu dan mungkin juga bisa menjadi sebuah pelajaran yang berharga buat anak cucu kita nanti.

Dengan menulis Diary kita juga bisa mengasah kemampuan kita untuk menulis, mungkin banyak dari kita yang menuangkan karya puisinya kedalam buku Diarynya, dari situ mungkin kita bisa mengembangkannya menjadi sebuah karya sastra, dan jika kita serius mungkin juga karya itu bisa kita jual dan kita ajukan ke penerbit.

Misalnya saat kita sedang malas, dengan membaca Diary kita mungkin kita bisa kembali bersemangat, misalnya dalam Diary itu kita menulis sesuatu yang kita dapat dengan bersifat malas tentu itu menjadi pelajaran berharga buat kita.

Mungkin masih banyak lagi manfaat yang kita dapatkan dengan menulis sebuah Diary, karena itu bagi yang belum mempunyai sebuah Diary cobalah untuk menulis, mungkin itu akan bermanfaat bagi kita untuk kedepannya!!
Wallahu a’lam bishowab.

Selasa, 10 Juni 2014

Badaipun Akan Kuarungi

Saat ini gue sedang menghadapi ujian yang berat untuk menyelesaikan studi S1 gue, gue harus menulis sesuatu yang tidak gue sukai, yah gue harus mengerjakan skripsi. Kesulitan mencari dosen, dosern yang sangat teliti, bahan rujukan yang sulit dicari itu adalah sebagian kesulitan selama mengerjakan skripsi.

Bisa diibaratkan saat ini kehidupan gue sedang dihadang oleh sebuah badai, sebuah badai yang menghalangi tujuan gue didepan. Badai yang akan menghancurkan siapa saja yang tidak mempunyai tekad yang kuat untuk maju. Demi mencapai tujuan gue, gue bertekad untuk menembus badai itu, dengan penuh semangat. Skripsi memang berat tapi bukan berarti tidak mungkin untuk gue taklukan.

Mulai hari ini gue akan menghabiskan hari-hari gue untuk focus mengerjakannya walaupun itu sangat sulit mengerjakan sesuatu yang tidak gue suka. Gue akan paksa diri gue untuk menerjang badai itu, mulai hari ini tiada hari tanpa skripsi, dengan bermodalkan semangat dan do’a kepada Allah gue berjalan menembus badai ini, semoga gue bisa melakukannya dengan baik dan bisa segera mencapai tujuan gue dengan gembira.

Jurnal Skripsi #1

Sesuai dengan  komitmen gue untuk serius mengerjakan skripsi dengan program 30 hari skripsi, berikut ini adalah laporan perkembangan skripsi gue hari pertama:
Yang pertama, tadi setelah sholat subuh gue langsung menyelesaikan revisi bab 1 gue dan paginya langsung meluncur ke kampus untuk konsultasi, tapi sayang sekali setelah gue sms ternyata dosennya tidak datang hari ini dan datang lagi esok hari, sedangkan dosen yang satunya tidak pernah bisa ditemui, tiap bimbingan selalu disuruh ditaruh di lokernya.

Hari ini gue juga akan mencari rujukan buat mengerjakan bab 2, oke sekian laporan perkembangan hari pertama. Moto gue dalam program ini adalah tiada hari tanpa skripsi, ganbate!!!

30 Hari Skripsi

Gue sangat berharap bisa menyelesaikan studi S1 gue secepatnya, namun gue masih terhambat oleh skripsi gue yang tak kunjung usai. Gue sulit banget untuk bisa berkonsentrasi untuk mengerjakan skripsi gue dan itulah penyebab lamanya waktu pengerjaan skripsi gue.

Gue emang seneng nulis, tapi tidak untuk menulis ilmiah seperti halnya skripsi, tetapi demi gelar sarjana gue yang tinggal sedikit lagi gue terpaksa harus membuat tulisan ilmiah gue. Pekerjaan yang dilakukan secara terpaksa pastilah tidak akan baik jadinya dan lama pengerjaannya. Gue berharap bisa cepat wisuda akan tetapi gue malas mengerjakan skripsi yang menjadi syaratnya.

Hingga gue menemukan sebuah nasihat yang sangat pas dengan kondisi gue saat ini, Alhamdulillah Allah selalu memberikan petunjuk-Nya kepada gue. Gue mendapati kata-kata bijak dari Ibnu Athoilah, begini bunyinya ”Harapan itu disertai dengan ikhtiar, jika tidak, itu hanyalah lamunan”.

Gue jadi malu pada diri gue sendiri, gue hanya bisa berharap tapi usaha gue kurang, bagaimana mungkin gue bisa cepat wisuda dengan usaha gue yang seperti ini. Akhirnya gue menemukan sebuah semangat baru, gue bertekad untuk bersungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam menyelesaikan skripsi gue.

Hari ini gue akan membuat program “30 Hari Skripsi”, program ini adalah sebuah komitmen gue untuk senantiasa istiqomah dan focus mengerjakan skripsi selama 30 hari dimulai dari hari ini, dan setiap hari gue akan buat laporannya dengan tag jurnal skripsi dan insyaallah laporan itu akan gue posting di blog ini sebagai laporan harian gue.

Gue berharap bisa menjalankan program ini dengan baik dan di akhir program ini skripsi gue bisa selesai, Amin.