Halaman

Kamis, 08 Januari 2015

Time Is?


Berbicara masalah waktu, setiap orang mempunyai pandangan sendiri-sendiri untuk menerjemahkannya. Mengenai waktu ini Allah SWT telah berfirman. Demi masa, Sesungguhnya manusia benar-benar berada di dalam kerugian, melainkan mereka yang beriman dan yang beramal saleh serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (Q.S. Al ‘Ashr ).

Berdasarkan surat diatas Allah telah menjelaskan bahwa kita semuanya adalah dalam keadaan merugi apabila kita hidup tanpa iman dan amal. Hidup hanya sekedar hidup dan sedikit mengingat-Nya. Dalam perantauan kita yang sebentar ini waktu sedetikpun adalah sangat berharga sekali, jika tidak ingin merugi maka hendaknya kita tidak menyiakan waktu sedetikpun seperti firman Allah berikut : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Q.S. Al Insyiroh : 7).


The power of Fokus


Kesungguhan hati dan keikhlasan hati adalah hal yang sangat penting di dalam melakukan sebuah pekerjaan. Seperti pepatah yang mengatakan, Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Bukan kecerdasan dan kekuatan yang akan menjadikan diri kita sukses tapi kesungguhan hati dan kekuatan untuk istiqomah dalam sebuah pekerjaan yang akan menjadikan kita lebih sukses.

Banyak terjadi orang dengan kemampuan yang biasa bisa mengalahkan orang yang cerdas, karena orang yang biasa tersebut mempunyai kesungguhan hati yang lebih. Salah satu indicator dari kesungguhan hati adalah Fokus. Saat kita sudah melakukan sebuah pekerjaan, kita benar-benar fokus mengerjakannya dan mengabaikan segala sesuatu hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan tersebut.


Sang Pemegang Janji


Seperti oase di tengah padang pasir
Itulah janji-Mu, yang tiada pernah teringkari
Kala aku mengingat-Mu
Seperti menemukan tempat berteduh
Di tengah panas gersang perjalanan

Setiap saat jadi pedoman
Pesona semu tertinggalkan
Semua karena Cinta-Mu
Dengan petunjuk-petunjuk-Mu

Rabu, 07 Januari 2015

Live with Passion

Ada sebuah pepatah, hidup ini adalah tempat kita singgah dalam perjalanan kita, tempat kita berjuang sebelum akhirnya nanti kita akan kembali ke kampung halaman kita yaitu akhirat. Dalam hidup yang singkat ini kita memiliki suatu misi atau tugas yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita semuanya dengan sempurna.

Dalam hidup yang singkat ini tentu saja kita membutuhkan sebuah pekerjaan untuk bisa menghadapi kerasnya kehidupan ini. Akan tetapi sangat disayangkan banyak sekali orang yang demi pekerjaannya menjadi tersiksa, bahkan menjadi tidak bisa menikmati kehidupannya. Tidak bisa hidup bebas seperti yang selalu dia bayangkan.

Hal tersebut terjadi salah satunya adalah orang tersebut tidak bekerja sesuai dengan passionnya atau bidang yang dia sukai. Sebagian besar sekolah-sekolah di Indonesia kurang memberikan perhatian yang serius terhadap para peserta didik dan memaksakan sebuah ilmu kepada peserta didik. Padahal belum tentu peserta didik tersebut enjoy dan memiliki minat terhadap pelajaran tersebut.

Dahsyatnya Istighfar

Sebagai seorang manusia dan makhluk yang lemah kita semua pasti tidak akan pernah terlepas dari berbuat salah dan dosa, tapi Allah SWT Tuhan yang maha pengasih juga maha pemaaf akan selalu memaafkan kita semua berapapun besar dosa yang telah kita perbuat selama nafas kita belum sampai di kerongkongan dan matahari belum terbit dari barat serta kita tidak berbuat syirik dengan suatu apapun karena semua dosa akan diampuni kecuali dosa syirik yang termasuk dosa besar.

Dari hal tersebut maka sudah seharusnya untuk kita selalu beristighfar memohon ampunan kepada Allah SWT atas semua dosa yang telah kita lakukan, Bahkan nabi muhammad yang sudah dijamin oleh Allah untuk masuk surga dan diampuni semua dosanya tidak pernah meninggalkan istighfar dan selalu beristighfar kepada Allah SWT.

Berikut ini ada sebuah kisah nyata tentang dahsyatnya istighfar. Kejadian ini adalah kejadian yang dialami oleh imam ahmad bin hambal. ini terjadi ketika imam ahmad bin hambal sedang melakukan perjalanan yang jauh sebagai seorang musafir, pada suatu malam imam ahmad hendak beristirahat dan menginap di sebuah masjid dan baru akan melanjutkan perjalanan keesokan harinya, setelah selesai sholat imam ahmad ditemui oleh marbot masjid tersebut yang tidak tau dengan imam ahmad, marbot masjid tersebut bertanya kepada imam ahmad tentang tujuannya.

Selasa, 06 Januari 2015

Aku dan Kegagalanku


Diriku, seorang hina yang penuh noda
Dengan harapan meninggi menggunung
Tanpa upaya terus ku mengharap
Berharap keajaiban yang tak mungkin

Turuti nafsu hancurkan dunia
Ingkari janji adalah biasa
Minim produktifitas minim aktivitas
Rasa malas terus mengupas
Hingga habis tulang sendiku

Saat kini kusadari
Semakin jauh diriku
Dari bayang indah masalalu
Diripun semakin senja

Senin, 07 Juli 2014

Harapan Dalam Sebuah Nama




Sebuah nama adalah sebuah harapan, karena itu banyak orang tua yang memberi nama kepada anak-anaknya dengan nama yang baik-baik dan berharap anaknya itu bisa menjadi anak yang baik dan sesuai dengan nama harapannya itu.

Begitu juga dengan namaku, nama ini mengandung harapanku dan juga penyemangatku untuk senantiasa berbuat kebaikan sesuai dengan arti nama ini. Namaku adalah “Althaf Ghazali Jurianto”, berikut ini harapanku yang terkandung dalam nama ini:

Yang pertama adalah “Althaf”, nama ini adalah nama yang berasal dari bahasa arab yang berarti lemah lembut atau baik hati, dengan nama ini aku berharap bisa menjadi pribadi yang lemah lembut, santun, sopan, baik hati, tawadhu’, menyenangkan dan membuat orang lain betah bersamaku, ikhlas, zuhud, jauh dari kesombongan, halus, bisa berteman dengan siapa saja, dan senantiasa membawa pengaruh untuk menuju kebaikan dimanapun berada.

Berikutnya adalah “Ghazali”, ini adalah nama dari filsuf dan intelektual muslim yang terkenal. Bersama nama ini aku berharap bisa menjadi pribadi yang cerdas, cerdik, kaya akan ilmu yang bermanfaat, tawadhu’, dan bisa menjadi penulis yang hebat dengan karya-karya baik yang menginspirasi seperti imam Ghazali.

Terakhir adalah “Jurianto”, ini adalah nama pemberian orang tuaku tercinta, nama panggilanku, dan nama penakluk ku, bersama nama ini aku berharap bisa menjadi seorang penakluk sejati yang kuat, hebat, melakukan semua karena Allah, pantang menyerah, istiqomah, selalu semangat untuk mewujudkan semua mimpi-mimpiku. Nama ini juga sudah aku beri stimulus untuk menjadi seorang penakluk yaitu dengan nama “Juri D’ Conqueror” yang berarti Juri Sang Penakluk, harapannya aku akan selalu ingat tentang tujuanku dan siapa aku disaat aku akan menyerah, hilang semangat, dan mendapatkan ujian yang berat.

Semoga semua harapan kita bisa terkabul, Amin!!!