Minggu, 18 Desember 2011

kontak pemutus, kondensor, dan sudut dwell


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Perkembangan industri otomotif di Indonesia pada saat ini sudah sangat pesat, masyarakat di Indonesia umumnya di kota-kota besar kebanyakan mempunyai kendaraan pribadi sendiri. Perkembangan industri yang pesat itu tentunya harus diimbangi dengan perkembangan sumber daya manusianya juga. Karena itulah pada saat ini pemerintah gencar mempromosikan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk masyarakat agar para siswa nantinya selain punya ilmu pengetahuan dan kecerdasan juga mempunyai skill dan keterampilan.
Banyak sekali siswa di SMK saat ini seiring dengan perkembangan SMK yang semakin banyak, khususnya di bidang otomotif.
Banyaknya kendaraan dan alat transportasi baru memacu masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah otomotif.
Salah satu sistem yang sangat penting di bidang otomotif khususnya mobil bensin adalah pada sistem pengapian, tanpa sistem pengapian mobil tidak akan bisa berjalan.
Namun banyak siswa/mahasiswa yang belum begitu memahami tentang sistem pengapian tersebut, apalagi kita sebagai mahasiswa adalah calon-calon pendidik di masa depan.
Karena berdasarkan uraian di ataslah makalah ini kami buat, agar kita bisa lebih memahami tentang sistem pengapian konvensional pada mobil bensin.
Akan tetapi tidak semuanya yang ada pada sistem pengapian konvensional yang akan kami bahas disina, tetapi hanya tiga komponen saja yaitu kontak pemutus/platina, sudut dwell, dan kondensor.
Harapan kami semoga kita semua bisa benar-benar memahami tentang ketiga hal tadi.

1.2  Rumusan Masalah

Di dalam makalah ini dapat diambil beberapa rumusan masalah, sebagai  berikut :
1.      Apa itu kontak pemutus ?
2.      Apa itu sudut dwell pada pengapian ?
3.      Apa itu kondensor ?
4.      Apa fungsi kontak pemustus, sudut dwell, dan kondensor ?
5.      Bagaimana cara kerja kontak pemutus, sudut dwell, dan kondensor ?



1.3  Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui pengertian kontak pemutus.
2.      Untuk mengetahui pengertian sudut dwell.
3.      Untuk mengetahui pengertian kondensor.
4.      Untuk mengetahui fungsi dari kontak pemutus, sudut dwell, dan kondensor.
5.      Untuk mengetahui cara kerja dari kontak pemutus dan kondensor.






















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Platina/kontak pemutusBottom of Form
PLATINA merupakan kontak pemutus arus listrik menuju koil pengapian dan berada di dalam distributor. Komponen ini harus dicek secara periodik untuk mengetahui apakah sudah perlu diganti atau untuk menyetel ulang celahnya.

Lakukan pengecekan bila kondisi platina menjadi berwarna hitam kelabu, berlubang-lubang atau 




benjol. Itu menandakan platina sudah saatnya diganti. Jika tidak, maka akan menghambat kelancaran arus listrik ke koil pengapian sehingga mesin menjadi kurang bertenaga, terjadi detonasi dan boros bahan bakar.
Platina yang sudah diganti perlu disetel ulang ujung celah, antarujung kontaknya. Penyetelan celah platina menggunakan Dwell Meter 52 derajat. Sudut Dwell dapat disetel dengan mengubah-ubah celah dari platina. Untuk mendapatkan hasil pengapian yang maksimal, bidang kontak platina harus dalam keadaan baik. (www.oto.co.id/N-5)





2.2 Sudut dwell
Sudut Dwell adalah besarnya sudut putaran bubungan distributor saat kontak poin menutup. Sudut Dwell yang tepat sangat penting pada coil pengapian. Coil pengapian, agar dapat bekerja dengan baik memerlukan waktu aliran arus yang mengalir pada lilitan primer cukup lama agar mampu membangkitkan medan magnet yang kuat di sekitarnya. Kekuatan medan magnet digunakan untuk memotong liiitan sekunder agar menghasilkan tegangan yang diperlukan untuk menyalakan busi.
Gambar Sudut Dwell
a) Kontak Poin Tertutup
image thumb95 Sudut Dwell
b) Celah Kontak Poin Besar, sudut Dwell kecil
image thumb96 Sudut Dwell
c) Celah kontak Poin kecil, sudut Dwell besar
image thumb97 Sudut Dwell
Celah kontak poin dapat merubah sudut dwell. Celah kontak poin yang sempit akan menaikkan sudut dwell. Ini berarti kontak poin tertutup lebih cepat dan menutupnya terlambat dan ini meningkatkan sudut dwell.
Besarnya sudut dwell dapat di tentukan dengan rumus:
60% x 360/n.
n = jumlah selinder.
Sudut dwell yang terlalu besar dapat menimbulkan kerugian. Kontak poin menutup lebih cepat dapat mempengaruhi kerja coil pengapian dan kondensor menyebabkan pembakaran yang jelek dan kontak poin terbakar karena percikan yang berlebihan. Celah yang besar atau sudut dwell yang kecil, menyebabkan kontak poin menutup lambat dan membuka lebih cepat, coil tidak punya waktu untuk memperoleh kejenuhan medan magnet dengan demikian menimbulkan pembakaran yang jelek.

Penegertian sudut dwell mengacu pada sudut pemutaran distributor
selama kontak point tetutup. Sudut dwell harus diatur dengan benar
sesuai spesifikasi pabrik, kalau tidak kerja sistem akan terganggu.

Jika sudut dwell terlalu kecil (celah kontak point telalu besar)
koil pengapian mungkin tidak mendapat cukup waktu untuk membangkitkan
medan magnit, yang akan menghasilkan tegangan sekunder yang lemah.
http://3.bp.blogspot.com/_JZfDnIprD1w/S35GZMR2Z8I/AAAAAAAAANA/JRWPL59gO7U/s320/images.jpeg

Jika sudut dwell terlalu besar (celah kontak point terlalu kecil)
tegangan induksi primer akan melompat diantara celah kontak point,
bukannya mengisi kapasitor, colabsenya medan magnet pada koil menjadi
lambat yang akan mengakibatkan tegangan sekunder menjadi rendah.

Keausan poros distributor atau mekanisme advancer dapat
diidentifikasikan dengan cara menaikkan putaran mesin atau memberikan
kevakuman yang berbeda pada unit vakum dan mencatat variasi sudut
dwell yang terbaca. Distributor yang memiliki perbedaan lebih dari
dua derajat perlu diperbaiki.
2.3 kondensor                       

Kodensor atau kondensator
 berfungsi mencegah percikan bunga api pada kontak point (platina) saat kontak point mulai terbuka pada siklusnya, arus yang berlebihan mengalir ke kondensor pada saat kontak point terpisah.
Sebuah kondensor terdiri dari beberapa lembar kertas timah yang masing-masing lapisan diberi isolator kertasflafin, lembar tersebut digulung dengan ketat sehingga berbentuk silinder. Masing-masing kumpulan plat dihubungkan dengan satu kawat, sebagai kutub positif dan negatif. Kondensor biasanya dipasang didalam distributor dan ada juga yang dipasang di luar distributor.
Kondensor diperlukan karena, point-point terbuka dan tertutup secara mekanis, gerakan tersebut sangat lambat dibandingkan dengan kecepatan aliran arus listrik.
Kontak point tersebut hanya membuka sedikit sekitar ±0,45mm, tegangan didalam koil dapat menjadi sangat tinggi, tanpa kondensor yang terjadi adalah teganga induksi dari dalam lilitan primer koil, menjadi sangat tinggi mendorong arus meloncati celah membakar permukaan kontak point. Aliran arus tidak dapat cepat berhenti dan medan magnet kolap sangat lambat, karena tegangan sekunder terlalu rendah untuk menyalakan busi.


2.4 Funsi kontak pemutus, sudut dwell, dan kondensor
Kontak pemutus ( platina / breaker point )
Kontak Pemutus berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus yang mengalir ke kumparan pimer, agar terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder.

Sudut pengapian :
       Sudut putar cam distributor saat kontak pemutus mulai membuka 1 sampai kontak pemutus mulai membuka pada tonjolan cam berikutnya 2
       Sudut putar cam distributor dan saat platina mulai membuka ( B ) sampai mulai membuka pada tonjolan berikutnya ( C )

Sudut dweel ( dweel angle )
            Sudut cam distributor pada saat platina mulai menutup ( A ) sampai platina mulai membuka ( B )

Pengaruh sudut dwell :
Sudut dwell besar
•          Celah platina kecil
•          Arus yang mengalir ke primer koil terlalu lama
•          Kemagnetan jenuh
•          Platina panas
Sudut dwell kecil
•         Celah platina lebar
•         Arus yang mengalir ke primer koil terlalu singkat
•         Kemagnetan tidak tercapai maksimum
•         Tegangan induksi kumparan sekunder kurang

Condensor
Fungsi condenser :
Mencegah terjadinya loncatan bunga api listrik pada platina, dengan cara menyerap arus induksi
Kondensor mencegah percikan bunga api pada poin-poin pada saat poin­-poin tersebut mulai membuka. Arus yang berlebihan mengalir ke dalam kondensor pada saat poin-poin terpisah.
Sebuah Kondensor terdiri dari beberapa lembar kertas timah masing-­masing lapisan diberi isolasi kertas paraffin, lembar tersebut digulung dengan ketat sehingga berbentuk silinder, masing-masing kumpulan plat dihubungkan dengan satu kawat sebagai kutub positif dan negatif. Kondensor biasanya dipasang didalam distributor dan ada juga yang dipasang diluar distributor.
image thumb90 Fungsi Kondensor
Gambar Kondensor Dipasang Pada Distributor
Kondensor itu diperlukan karena:
·         Poin-poin membuka dan menutup secara mekanis; gerakan tersebut sangat lambat dibandingkan dengan kecepatan aliran arus
·         Poin-poin tersebut hanya membuka sedikit
·         Tegangan di dalam coil dapat menjadi sangat tinggi
Tanpa kondensor, yang terjadi adalah: Tegangan induksi di dalam lilitan primer menjadi sangat tinggi mendorong arus meloncati celah membakar permukaan kontak poin. Aliran arus tidak dapat cepat berhenti, dan medan magnit kolap sangat lambat. Karenanya tegangan sekunder terlalu rendah untuk menyalakan busi.

kondensor
Fungsinya adalah untuk menghilangkan /mencegah terjadinya loncatan api atau bunga api listrik pada breaker point. Kemampuan darisuatu kondensor dapat di tunjukkan dengan berapa besar kapasitasnya.kapasitas kondenser di ukur dalam (uf ) mikro farad.padakendaraan Toyota ,condenser yang di pergunakan ada 3 macam ;Condenser kabel warna hijau kapasitasnya 0,15 uf Condenser kabel warna kuning kapasitasnya 0,22 uf Condenser kabel warna biru kapasitasnya 0,25 uf Terbakarnya breaker point sering juga di akibatkan oleh condenser yang tidak sesuai dengan kapasitasnya atau kapasitasnya tidak norma


2.5 Cara Kerja kontak pemutus dan kondensor

2.5.1 Kontak pemutus
Ketika kontak pemutus/platina menutup, maka arus listrik akan mengalir dari baterai menuju koil yang didalamnya terdapat kumparan primer, kumparan sekunder, dan teras besi lunak, sehingga terjadi medan magnet.
Ketika platina membuka karena gerakan berputar dari nok (cam), arus primer diputus, maka medan magnet akan hilang dan timbul induksi pada kumparan sekunder.
        2.5.2 Kondensor
Kondensor mencegah percikan bunga api pada poin-poin pada saat poin-poin tersebut mulai membuka. Arus yang berlebihan mengalir ke dalam kondensor pada saat poin-poin terpisah. Sebuah kondensor terdiri dari beberapa kertas timah masing-masing lapisan diberi isolasi kertas paraffin, lembar tersebut digulung dengan ketat sehingga membentuk silinder, masing-masing kumpulan plat dihubungkan dengan satu kawat.
Cara Kerja Kondensor
Tahap 1. Poin Tertutup
image thumb91 Cara Kerja Kondensor
Gambar Cara Kerja Kondensor Kontak-Poin Tertutup. Dan Osiloskop MenunjukkanTegangan Kondensor
Arus mengalir melalui lilitan primer ke masa melalui poin yang tertutup. Medan magnit terbentuk di sekeliling coil pengapian. Pola osiloskop mengilustrasikan perubahan polaritas tegangan pada rangkaian kondensor coil. Tingkat tegangan adalah 12 V pada satu arah
Tahap 2. Poin Terbuka
image thumb92 Cara Kerja Kondensor
Gambar Cara Kerja Kondensor Poin Terbuka. Dan Ositoskop Tegangan Kondenwr Naik
Medan magnit kolap, menginduksi tegangan ke dalam lilitan sekunder. Karena medan magnit juga kolap memotong lilitan primer maka tegangan tinggi (kira-kira 300 V) diinduksi kedalamnya juga. Tegangan ini akan menyebabkan arus mengalir ke dalam kondensor. Tegangan kondensor akan naik sampai tegangannya sama dengan tegangan coil.
Tahap 3
.image thumb93 Cara Kerja Kondensor
Gambar Pengosongan Kondensor dan Osiloskop Tegangan Kondensor turun
Tahap 4
Tegangan primer mulai menurun. Tegangan kondensor sekarang akan mendorong balik arus listrik kembali ke lilitan primer coil, hal ini memaksa medan magnet yang kolap mengalami kolap lebih cepat yang akan menghasilkan percikan bunga api sekunder yang lebih besar. Gaya medan magnet yang kolap menghasilkan tegangan induksi dengan arah yang berlawanan.
image thumb94 Cara Kerja Kondensor
Gambar Langkah Pengisian/dan Osiloskop Pengosongan Kondensor
Berkaitan dengan pengaruh medan magnet kondensor dan arus pada lilitan sekunder, gerak gaya listrik balik dihasilkan pada lilitan primer beberapa kali. Arus akan mengalir masuk dan keluar pada kondensor melalui lilitan sampai energi listriknya hilang. Hal ini menimbulkan efek osilasi.
























BAB III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan makalah yang kami buat dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu : PLATINA merupakan kontak pemutus arus listrik menuju koil pengapian dan berada di dalam distributor. Sudut Dwell adalah besarnya sudut putaran bubungan distributor saat kontak poin menutup. Sudut Dwell yang tepat sangat penting pada coil pengapian.
Kodensor atau 
kondensator berfungsi mencegah percikan bunga api pada kontak point (platina) saat kontak point mulai terbuka pada siklusnya, arus yang berlebihan mengalir ke kondensor pada saat kontak point terpisah.
Sistem pengapian sangatlah penting dan sangatlah vital perananya di dalam mobil bensin karena tanpa sistem pengapian mobil tidak akan bisa berjalan.

3.2 SARAN

  1. BAGI ILMU PENGETAHUAN :
Supaya kita terus belajar, jangan sampai tidak belajar karena kita akan ketinggalan oleh teman-teman kita jika kita hanya bermalas-malasan, apalagi di jaman modern seperti ini ilmu pengetahuan sangatlah luas untuk dipelajari.
  1. BAGI PENELITI LANJUTAN :
supaya terus dilakukan penelitian agar selalu dihasilkan teknologi-teknologi terbaru hasil inovasi sumber daya manusia di jaman sekaran.
  1. BAGI MAHASISWA :
Supaya terus belajar agar bisa mempunyai banyak pengetahuan dan bisa menjadi generasi yang lebih baik untuk masa depan bangsa. jangan meremehkan sedikitpun ilmu seperti ilmu tentang komponen-komponen sistem pengapian konvensional ini.













DAFTAR RUJUKAN

Anonim, http://otospider.com/cara-kerja-kondensor.html, di akses Desember 2011

Anonim, http://otospider.com/sudut-dwell.html, di akses Desember 2011




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar